Rekomendasi IAI Surakarta Hambat Pendirian Apotek K-24

Aryo Yusri Atmaja - Timlo.net
Sabtu, 4 September 2010 | 23:35 WIB
  • Share
Sumber/www.apotek-k24.com
Apotek K-24 seakan dipersulit dalam membuka gerai baru di kota Solo.

SoloApotek K-24 yang akan mendirikan dengan membuka cabang di kota Solo terhambat oleh pengurusan rekomendasi dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Surakarta. Hambatan yang dirasakan oleh pihak Apotek K-24 dalam pendiriannya di kota Solo adalah karena prosedur permohonan rekomendasi IAI Surakarta yang dianggapnya terlalu berbelit-belit dan tidak transparan.

Pengurusan rekomendasi sendiri dalam mendirikan Apotek K-24 di kota Surakarta telah dimulai pada 3 Juni 2009 lalu, dan hingga saat ini pihaknya belum juga mendapatkan kepastian perihal rekomendasi dari IAI Surakarta terkait dengan profesi apoteker. Koordinator Tim Legal PT. K-24 Indonesia Etty Indrawati, SH mengaku bahwa tim penilai dari IAI Surakarta terlalu menghambat Apotek K-24 untuk dapat membuka cabang di kota Solo.

“Jujur saja, ketika kita melakukan presentasi tentang pengurusan rekomendasi di hadapan tim penilai dari IAI Surakarta, salah seorang penguji menganjurkan kepada kita (Apotek K-24) untuk mengurungkan rencana membuka apotek baru di kota Solo. Beliau bahkan mengatakan 24 resep perhari adalah terlalu muluk, di kota Solo belum ada seperti itu, begitu juga dengan sumber resep dari mana, dan lebih baik anda kontrakkan saja bangunan itu daripada anda merugi,” ujarnya kepada Timlo.net beberapa waktu lalu di Balaikota Surakarta.

Untuk itulah Apotek K-24 menilai IAI menghambat langkahnya untuk bisa mengembangkan dunia usaha apoteker yang diemban oleh Apotek K-24. Etty menilai bahwa rekomendasi IAI Surakarta tidak transparan dan berbelit-belit, untuk itulah pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Tindakan menghambat pendirian apotek baru, dapat didiskualifikasikan sebagai salah satu bentuk perbuatan melawan hukum, yakni melawan undang-undang persaingan usaha yang tidak sehat, menghambat hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, menghambat apoteker melakukan pengabdian profesinya, serta menghambat lapangan kerja wilayah setempat,” tandasnya.

Rencananya Apotek K-24 akan membuka cabangnya di kota Solo dengan berlokasi di jalan Muhammad Yamin Surakarta, akan tetapi keinginan tersebut urung tercapai karena proses rekomendasi dari IAI yang terkesan mempersulit.

Dikirim melalui Timlo.Net - Portal Informasi Solo  
        

Berita Terkait

Komentar

  1. susilo p aji

    IAI menghabat rekomendasinya itu terjadi bukan hanya di Surakarta aj,di purbalingga sekitar nda ada bedanya,rupanya IAI sendiri menginginkan pemilik sarana apotek (PSA) seorang apoteker,yang sy ketahui seorang apoteker ahli farmasi bukan Enterpreneur walaupun di bangku kuliah ada mata kuliah menejemen farmasi ,tapi sy yakin setelah diwisuda menjadi S.Farm.Apt.langsung buka apotik belum tentu bsa,biasanya kaluapun buka sytemnya didapt waktu magang,makanya IAI ketakutan dengan berdirinya apotik24

  2. susilo p aji

    Menurut sy usaha dibidang apapun ada pesaing itu hal biasa,tinggl kita kreatif apa nda,kalau pingin usaha nda mau ada pesaing ya usaha di hutan,dengn adnya pesaing justru menjadikan usaha lebh maju krna ide dan kreatif muncul dn jga intropeksi diri dg adanya pesaing kita termotivasi menjadi lbh baik bukan menghambatnya.Karna menurut sy usaha yg hebat seperti apa? usaha yg tiap harinya ada ide untuk melakukan perubahan yg terbaik,karena IDE dn KREATIF itu bisa mengubah dunia menjadi luar biasa

  3. susilo p aji

    Menurut sy usaha dibidang apapun ada pesaing itu hal biasa,tinggl kita kreatif apa nda,kalau pingin usaha nda mau ada pesaing ya usaha di hutan,dengn adnya pesaing justru menjadikan usaha lebh maju krna ide dan kreatif muncul dn jga intropeksi diri dg adanya pesaing kita termotivasi menjadi lbh baik bukan menghambatnya.Karna menurut sy usaha yg hebat seperti apa? usaha yg tiap harinya ada ide untuk melakukan perubahan yg terbaik,karena IDE dn KREATIF itu bisa mengubah dunia menjadi luar biasa

  4. Laurensia Wahyuni

    berniat berkarir di situ,,adkah lowongan pekerjaan..bgaimana caranya

  5. den panji

    bukan IAI nya yang bermasalah tapi komandannya memang rodo " nylekethe". Itu justru memperlihatkan kalo dia takut bersaing. memang sudah tiba waktunya untuk yang muda yang berkarya. Lha apa gunanya jadi dosen nek takut kalah sama murid muridnya. ngapunten pak ini fakta mugo2 njenengan ra moco tapi nek moco nggeh Allhamdulillah mugo2 ndang sadar opo ndang lengser wae

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. wajib diisi yang bertanda *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125