Rekomendasi IAI Surakarta Hambat Pendirian Apotek K-24

Solo – Apotek K-24 yang akan mendirikan dengan membuka cabang di kota Solo terhambat oleh pengurusan rekomendasi dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Surakarta. Hambatan yang dirasakan oleh pihak Apotek K-24 dalam pendiriannya di kota Solo adalah karena prosedur permohonan rekomendasi IAI Surakarta yang dianggapnya terlalu berbelit-belit dan tidak transparan.
Pengurusan rekomendasi sendiri dalam mendirikan Apotek K-24 di kota Surakarta telah dimulai pada 3 Juni 2009 lalu, dan hingga saat ini pihaknya belum juga mendapatkan kepastian perihal rekomendasi dari IAI Surakarta terkait dengan profesi apoteker. Koordinator Tim Legal PT. K-24 Indonesia Etty Indrawati, SH mengaku bahwa tim penilai dari IAI Surakarta terlalu menghambat Apotek K-24 untuk dapat membuka cabang di kota Solo.
“Jujur saja, ketika kita melakukan presentasi tentang pengurusan rekomendasi di hadapan tim penilai dari IAI Surakarta, salah seorang penguji menganjurkan kepada kita (Apotek K-24) untuk mengurungkan rencana membuka apotek baru di kota Solo. Beliau bahkan mengatakan 24 resep perhari adalah terlalu muluk, di kota Solo belum ada seperti itu, begitu juga dengan sumber resep dari mana, dan lebih baik anda kontrakkan saja bangunan itu daripada anda merugi,” ujarnya kepada Timlo.net beberapa waktu lalu di Balaikota Surakarta.
Untuk itulah Apotek K-24 menilai IAI menghambat langkahnya untuk bisa mengembangkan dunia usaha apoteker yang diemban oleh Apotek K-24. Etty menilai bahwa rekomendasi IAI Surakarta tidak transparan dan berbelit-belit, untuk itulah pihaknya akan menempuh jalur hukum.
“Tindakan menghambat pendirian apotek baru, dapat didiskualifikasikan sebagai salah satu bentuk perbuatan melawan hukum, yakni melawan undang-undang persaingan usaha yang tidak sehat, menghambat hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, menghambat apoteker melakukan pengabdian profesinya, serta menghambat lapangan kerja wilayah setempat,” tandasnya.
Rencananya Apotek K-24 akan membuka cabangnya di kota Solo dengan berlokasi di jalan Muhammad Yamin Surakarta, akan tetapi keinginan tersebut urung tercapai karena proses rekomendasi dari IAI yang terkesan mempersulit.
Berita Terkait
Komentar
Tulis Komentar
Berita Terkini
- Bimo Putranto Berharap Pasoepati Le...
- Jokowi Harap Pasoepati Lebih Santun
- Warung Makan Tidak Berizin Segera D...
- Pendapi Gede Penuh Pasoepati
- Fantastis, Alokasi Layanan Data Tem...
- Layanan Data Kian Jadi Primadona
- Apes, Pekerja Asal Bandung Terlanta...
- Kawan Lama, Menggoda dengan Harga I...
- Pameran Cantik di Bulan Kasih Sayan...
- Sejumlah Pejabat Klaten Dimutasi
- 12 Tenant Mall Paragon Terancam Bat...
- Murtidjono Jadikan TBJT Sebagai Rum...
- TBJT Kenang Murtidjono dengan Doa &...
- Penyempurnaan Mobil Esemka Selesai ...
- Jelang Revitalisasi Pasar, HPPS Gel...
Berita Terpopuler
- Ultah ke-12, Pasoepati Tabuh...
- Jokowi Nonton Musik Rock ke...
- UNS Peringkat 7 Terbaik di...
- Fenomena Langit Terbelah Muncul di...
- Pramekers Siap Hengkang dari...
- Jokowi-Rudy Mulai Kenakan Seragam...
- Demi Pariwisata, Jokowi Siap Lobi...
- 23 Pebruari, PNS Solo Pakai Seragam...
- Tengkorak Manusia Gegerkan Warga...
- Sisa Umur Waduk Gajah Mungkur Tak...
- Bangun SCK, Klaten Siap Gelar PON
- SBY Mau Datang, Portal Dibongkar
- Jokowi: Kalau Saya Copot, Jangan...
- Timor Leste Kepincut Kesuksesan...
- Lama Kumpul Kebo, Akhirnya Bisa...

Very nice site!
IAI menghabat rekomendasinya itu terjadi bukan hanya di Surakarta aj,di purbalingga sekitar nda ada bedanya,rupanya IAI sendiri menginginkan pemilik sarana apotek (PSA) seorang apoteker,yang sy ketahui seorang apoteker ahli farmasi bukan Enterpreneur walaupun di bangku kuliah ada mata kuliah menejemen farmasi ,tapi sy yakin setelah diwisuda menjadi S.Farm.Apt.langsung buka apotik belum tentu bsa,biasanya kaluapun buka sytemnya didapt waktu magang,makanya IAI ketakutan dengan berdirinya apotik24
Menurut sy usaha dibidang apapun ada pesaing itu hal biasa,tinggl kita kreatif apa nda,kalau pingin usaha nda mau ada pesaing ya usaha di hutan,dengn adnya pesaing justru menjadikan usaha lebh maju krna ide dan kreatif muncul dn jga intropeksi diri dg adanya pesaing kita termotivasi menjadi lbh baik bukan menghambatnya.Karna menurut sy usaha yg hebat seperti apa? usaha yg tiap harinya ada ide untuk melakukan perubahan yg terbaik,karena IDE dn KREATIF itu bisa mengubah dunia menjadi luar biasa
Menurut sy usaha dibidang apapun ada pesaing itu hal biasa,tinggl kita kreatif apa nda,kalau pingin usaha nda mau ada pesaing ya usaha di hutan,dengn adnya pesaing justru menjadikan usaha lebh maju krna ide dan kreatif muncul dn jga intropeksi diri dg adanya pesaing kita termotivasi menjadi lbh baik bukan menghambatnya.Karna menurut sy usaha yg hebat seperti apa? usaha yg tiap harinya ada ide untuk melakukan perubahan yg terbaik,karena IDE dn KREATIF itu bisa mengubah dunia menjadi luar biasa
berniat berkarir di situ,,adkah lowongan pekerjaan..bgaimana caranya
bukan IAI nya yang bermasalah tapi komandannya memang rodo " nylekethe". Itu justru memperlihatkan kalo dia takut bersaing. memang sudah tiba waktunya untuk yang muda yang berkarya. Lha apa gunanya jadi dosen nek takut kalah sama murid muridnya. ngapunten pak ini fakta mugo2 njenengan ra moco tapi nek moco nggeh Allhamdulillah mugo2 ndang sadar opo ndang lengser wae