Rangkaian Distribusi Gas Terlalu Panjang

Solo - Menanggapi kenaikan harga gas elpiji 3 kg, yang mencapai 14 ribu rupiah. Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) menyatakan hal tersebut terjadi karena, panjangnya jalur distribusi. Seharusnya dari Pertamina terus agen, dan diteruskan ke pangkalan. ”Namun yang terjadi adalah, banyak pemborong yang membeli kemudian dijual kembali, hal tersebutlah yang mengakibatkan harga naik dikalangan konsumen” kata Budi Prasetyo selaku Bendahara Hiswana Migas Solo.
Jika sejak dulu Pemerintah melakukan prinsip rayonisasi, maka hal demikian tidak akan terjadi. Sebab dengan melakukan rayonisasi maka, tidak akan terjadi karut marut. Bahkan sebelumnya untuk menjadi agen definitif, pihak agen harus menjual sehari 1500 tabung. Karena dengan diberlakukannya target tersebut maka penjualan tabung gas tidak terkontrol, dan mengakibatkan kenaikan yang tidak terkendali pula.
Sementara itu dengan panjangnya distribusi tersebut, maka pihak Hiswana Migas mencoba untuk memotong rangkaiannya. Pihak Hiswana Migas menghimbau agar segera diberlakukan kartu pengendali. Oleh sebab itulah pihak Hiswana sendiri menghibau agar masyarakat membeli gas elpiji 3 kg melalui mobil resmi atau agen resmi dan pangkalan resmi.
Berita Terkait
Berita Terkini
- 5 Hari Kerja Pemkab Wonogiri Dieval...
- Kaleng Kerupuk Buatan Sarwono Dilir...
- Lampu Mobil Esemka Butuh Penyempurn...
- Lagi, Uji Emisi Mobil Esemka Diundu...
- KSPH Solo Gelar Sweet Valentine
- Regrouping, 6 Sekolah di Solo akan ...
- UNS Peringkat 7 Terbaik di Indonesi...
- Masa Pensiun Pengawas Sekolah 56 Ta...
- Kirab Barongsai Rayakan Cap Go Meh
- Atraksi Barongsai Bikin Penonton Hi...
- Kliwonan, Pasar Kambing Khas Giriwo...
- 2013, Jam Kerja Pengawas Sekolah Di...
- Pertanian di Sragen Hadapi Sembilan...
- Bupati Sragen Terus Kampanyekan CFD
- 36 Kandang Ayam di Sukoharjo Dimoni...
