• Jumat, 18 Mei 2012
Seminar Nasional Kewirausahaan Industri Kreatif

Jokowi: Seorang Entrepreneur Harus Berani Keluar Dari Zona Nyaman

Fausta Christy Advent - Timlo.net
Senin, 17 Mei 2010 | 09:54 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Advent.
Walikota Solo, Joko Widodo saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional dengan tema Berwirausaha Di Era Industri Kreatif, Make The Diffrence, Make The Progress, And Make Value of Your Life, di Hotel Kusuma Kartikasari, Sabtu (15/05).

Solo – Himpunan mahasiswa fakultas psikologi UNS dan UMS mengadakan Seminar Nasional dengan tema Berwirausaha Di Era Industri Kreatif, "Make The Diffrence, Make The Progress, And Make Value of Your Life" di Hotel Kusuma Kartikasari, Sabtu (15/05). Seminar ini adalah rangkaian acara dari Temu Organisasi Psikologi Se- Jawa dan Bali (TOPSI).

 

Ketua panitia (TOPSI), Tridias Soja Anggraini, saat ditemui Timlo.net mengatakan bahwa seminar yang diikuti 150 mahasiswa itu menghadirkan tiga pembicara, antara lain Ir. Joko Widodo (Walikota Solo), Ir. Alpha Fabela Priatmoro. M (Perintis Forum Kampoeng Batik Laweyan), dan Saptuari Sugiharta S. SI (Pemilik Kedai Digital dan Pemenang Wirausaha Mandiri 2007).

 

Sedangkan untuk tujuan dari diadakan seminar ini, Anggraini berkata, “Kami mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda lewat kegiatan seminar kewirausahaan ini. Ilmu psikologi dan kewirausahaan sama-sama soal bagaimana kita berhubungan sekaligus melihat peluang di masyarakat.”

 

Jokowi sendiri saat berbicara di depan mahasiswa yang berasal dari dua puluh sembilan universitas se- Jawa dan Bali itu menegaskan bahwa untuk menjadi seorang entrepreneur, seorang individu harus berani keluar dari zona nyaman. Zona nyaman yang dimaksud adalah rutinitas yang monoton.

 

Sang empunya Kota Bengawan ini memberi contoh bahwa penataan PKL di tempat lain kebanyakan dilakukan dengan cara yang monoton, yaitu pengerahan Satpol PP yang berujung pada kerusuhan. Oleh karena itu, ia tidak melakukan cara-cara yang sama. Ia keluar dari zona nyaman dengan melihat PKL dari segi lain, yaitu PKL dipandang sebagai sebuah potensi.

 

“Seorang entrepreneur harus mampu mengimplementasikan gagasan dan mampu melihat potensi yang ada”, tandasnya.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan PLN

iklan innity

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm

iklan monex indonesia

iklan bank jateng

iklan JS 300×125