Radio Kayu Asal Temanggung Tembus Dunia

Temanggung – Perpaduan teknologi dan seni, itulah kata-kata yang tepat dalam menjalani bisnis ini, berbekal kreatifitas serta ilmu pendidikan yang didapatnya dari bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Desain Produk, radio kayu buatan Singgih Susilo Kartono (40) telah menembus pangsa pasar di luar negeri.
Mulai dari Jepang, daratan Eropa, hingga Amerika, radio kayu buatan pria asal Temanggung, Jawa Tengah, ini dipasarkan.
Bukan saja produknya merambah di Eropa, tapi produknya juga mendapatkan sejumlah penghargaan bergengsi diantaranya adalah penghargaan Brit Insurance Design of the Year 2009 di London, penghargaan dari The Design Museum untuk kategori Architecture, Fashion, Furniture, Graphics, Interactive, dan Transport.
Selain itu, radio kayu Magno karya Singgih ini juga telah mengantongi penghargaan sebagai desain terbaik dalam kontes Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design, serta segudang penghargaan lainnya telah diraih Singgih dengan radio kayunya tersebut.
Di bengkel kerjanya yang diberi nama studio Piranti Works, di Desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, Singgih kini memperkerjakan 50 orang karyawan dengan jumlah produksi 300 unit per bulan.
Omset yang dihasilkan pun tidak main-main, minimal Rp 750 juta setiap bulannya dapat dikantongi Singgih. Radio kayu Magno ini dapat digunakan dengan sinyal FM dan AM, serta menggunakan tiga tombol analog dan menggunakan baterai A3 untuk sumber dayanya. Bahkan di Jepang saja, radio ini dapat menerima saluran TV Analog dari chanel 1 sampai 3.
(Diolah dari kabarinews.com)
Berita Terkait
Komentar
Tulis Komentar
Berita Terkini
- 5 Hari Kerja Pemkab Wonogiri Dieval...
- Kaleng Kerupuk Buatan Sarwono Dilir...
- Lampu Mobil Esemka Butuh Penyempurn...
- Lagi, Uji Emisi Mobil Esemka Diundu...
- KSPH Solo Gelar Sweet Valentine
- Regrouping, 6 Sekolah di Solo akan ...
- UNS Peringkat 7 Terbaik di Indonesi...
- Masa Pensiun Pengawas Sekolah 56 Ta...
- Kirab Barongsai Rayakan Cap Go Meh
- Atraksi Barongsai Bikin Penonton Hi...
- Kliwonan, Pasar Kambing Khas Giriwo...
- 2013, Jam Kerja Pengawas Sekolah Di...
- Pertanian di Sragen Hadapi Sembilan...
- Bupati Sragen Terus Kampanyekan CFD
- 36 Kandang Ayam di Sukoharjo Dimoni...
Berita Terpopuler
- Singa Jurug Terlepas, TSTJ Dijaga...
- Ultah ke-12, Pasoepati Tabuh...
- Pramekers Siap Hengkang dari...
- 4 KA Prameks Baru Siap Meluncur
- Stasiun Delanggu & Stasiun Ceper...
- Sritex Bakal Rekrut 10 Ribu...
- Hiiiiii..! Di Sini Ada Mumi
- Tengkorak Manusia Gegerkan Warga...
- "Penampakan" di Mal
- Singa Jurug Terkam Onta Hingga...
- RSI Klaten Berhasil Tangani Bayi...
- 23 Pebruari, PNS Solo Pakai Seragam...
- Persis Solo Persiapkan Diri Menjamu...
- Tiap Kamis, PNS Solo Wajib Pakai...
- Jokowi: Pedagang Klewer Jangan...

radio yang bagus dan estetis. Di luar orang bisa jadi menghargai sekali dengan seni tak heran kalo radio seni tsb laku keras, di Indonesia bagaiman?
Harganya paling murah berapa ya?aku pengen beli mas…;)
yang kecil harganya berapa mas…….?
Wah hore saya bangga bgt deh ,,,, karna saya orang temanggung hehehehehehe
Wah hore saya bangga bgt deh ,,,, karna saya orang temanggung hehehehehehe